UNTUK kedua kali dalam lima hari terakhir, skuad PSAP Sigli harus poin meraup dua poin di kandang sendiri Stadion Kuta Asan. Dalam lanjutan Indonesia Super League (ISL), Senin (20/2) sore, Laskar Aneuk Nanggroe ditahan 0-0 tim tamu Persiram Raja Ampat, Papua Barat.
Upaya Sayuti dkk segera beranjak dari zona degradasi begitu lamban. Dua laga dua poin adalah kerugian besar bagi Hendra Saputra Cs. Apalagi pada lagi Kamis (16/2), PSAP berbagai angka dengan Sriwijaya FC di tempat yang sama.
Dalam laga tadi sore, antara PSAP kontra Persirama Raja Ampat lebih pada nostalgia pelatih tim tamu, Bambang Nurdiansyah. Pasalnya pada musim 2010-2011, Banur pernah membesut Fahrurrazi dan koleganya.
Skor kacamata ini membuat perolehan nilai PSAP menjadi 12 hasil dua kali menang, enam kali seri dan lima kali kalah. Kini posisi anak-anak Sigli bertengger di tangga 14 klasemen sementara. Sedangkan Dewa Laut terpuruk di dasar klasemen dengan point sembilan, hasil 13 kali bermain, dua kali menang, tiga kali seri dan menderita delapan kekalahan. [mis/*]
Upaya Sayuti dkk segera beranjak dari zona degradasi begitu lamban. Dua laga dua poin adalah kerugian besar bagi Hendra Saputra Cs. Apalagi pada lagi Kamis (16/2), PSAP berbagai angka dengan Sriwijaya FC di tempat yang sama.
Dalam laga tadi sore, antara PSAP kontra Persirama Raja Ampat lebih pada nostalgia pelatih tim tamu, Bambang Nurdiansyah. Pasalnya pada musim 2010-2011, Banur pernah membesut Fahrurrazi dan koleganya.
Skor kacamata ini membuat perolehan nilai PSAP menjadi 12 hasil dua kali menang, enam kali seri dan lima kali kalah. Kini posisi anak-anak Sigli bertengger di tangga 14 klasemen sementara. Sedangkan Dewa Laut terpuruk di dasar klasemen dengan point sembilan, hasil 13 kali bermain, dua kali menang, tiga kali seri dan menderita delapan kekalahan. [mis/*]
0 komentar:
Posting Komentar