MELAKONI pekan keenam Divisi Utama musim ini, PSSB Bireuen memberi sesuatu yang special buat pendukungnya. Melawan tim tamu PSP Padang, tim berjuluk Laskar Kota Juang akan tampil di depan pendukungnya sendiri di Stadion Cot Gapu, Bireuen.
Selama ini, kandang tim asuhan pelatih asal Chile, Simon Pablo Elissetche Correa bermain di Stadion Dimurthala, Lampineung, Banda Aceh. Sementara, home base mereka berada di kompleks SMKN 1, Harapan Bangsa, Banda Aceh.
Namun untuk pertandingan yang akan digelar Sabtu (25/2) nanti, mereka akan bermain di Stadion Cot Gapu, Bireuen. “Ya, kita pertama kali main di Cot Gapu lawan PSP Padang,” ungkap Bakhtiar Djuli, asisten ini.
Kata dia, sebelumnya memang ada permintaan dari masyakarat pencinta bola, terutama pendukung PSSB Bireuen untuk bermain di kandang sendiri. Pasalnya, selama ini mereka bermain sebanyak lima kali, tidak sekalipun meraih kemenangan.
Jalwandi dan kawan-kawan hanya menorehkan dua seri dan tiga kekalahan. Posisinya pun berada di urutan kedua dari bawah di atas PSP Padang. Dengan hasil yang kurang memuaskan ini, para pecinta bola Bireuen meminta agar timnya bisa main di kandang sendiri.
Untuk itu, masyarakat Bireuen meminta kepada manajemen PSSB Bireuen supaya dalam pertandingan selanjutnya tim ini bisa bertanding di Stadion Cot Gapu yang merupakan stadion kebanggaan masyarakat Bireuen.
Menurut Bachtiar Juli, animo masyarakat Bireuen sendiri cukup tinggi melihat timnya berlatih. “Bahkan selama dua hari kami berlatih di Cot Gapu, banyak yang menonton latihan, kayak pertandingan saja,” ujarnya sambil tersenyum.
Besarnya animo masyarakat Bireuen ini karena mereka berharap timnya bisa meraih kemenangan demi kemenangan. Ia sendiri mengaku sangat senang timnya bisa “pulang ke rumah” setelah selama ini bermain di Stadion Dimurthala, Banda Aceh.
Ia berharap dengan dukungan penonton saat bermain di kandang bisa menambah motivasi Muarif dan kawan-kawan untuk bermain lebih baik dan bersemangat lagi. [mis/ligaprima.co.id]
Selama ini, kandang tim asuhan pelatih asal Chile, Simon Pablo Elissetche Correa bermain di Stadion Dimurthala, Lampineung, Banda Aceh. Sementara, home base mereka berada di kompleks SMKN 1, Harapan Bangsa, Banda Aceh.
Namun untuk pertandingan yang akan digelar Sabtu (25/2) nanti, mereka akan bermain di Stadion Cot Gapu, Bireuen. “Ya, kita pertama kali main di Cot Gapu lawan PSP Padang,” ungkap Bakhtiar Djuli, asisten ini.
Kata dia, sebelumnya memang ada permintaan dari masyakarat pencinta bola, terutama pendukung PSSB Bireuen untuk bermain di kandang sendiri. Pasalnya, selama ini mereka bermain sebanyak lima kali, tidak sekalipun meraih kemenangan.
Jalwandi dan kawan-kawan hanya menorehkan dua seri dan tiga kekalahan. Posisinya pun berada di urutan kedua dari bawah di atas PSP Padang. Dengan hasil yang kurang memuaskan ini, para pecinta bola Bireuen meminta agar timnya bisa main di kandang sendiri.
Untuk itu, masyarakat Bireuen meminta kepada manajemen PSSB Bireuen supaya dalam pertandingan selanjutnya tim ini bisa bertanding di Stadion Cot Gapu yang merupakan stadion kebanggaan masyarakat Bireuen.
Menurut Bachtiar Juli, animo masyarakat Bireuen sendiri cukup tinggi melihat timnya berlatih. “Bahkan selama dua hari kami berlatih di Cot Gapu, banyak yang menonton latihan, kayak pertandingan saja,” ujarnya sambil tersenyum.
Besarnya animo masyarakat Bireuen ini karena mereka berharap timnya bisa meraih kemenangan demi kemenangan. Ia sendiri mengaku sangat senang timnya bisa “pulang ke rumah” setelah selama ini bermain di Stadion Dimurthala, Banda Aceh.
Ia berharap dengan dukungan penonton saat bermain di kandang bisa menambah motivasi Muarif dan kawan-kawan untuk bermain lebih baik dan bersemangat lagi. [mis/ligaprima.co.id]

0 komentar:
Posting Komentar