REAL Madrid akan membuka sekolah sepakbola gratis di tujuh kota di Indonesia. SSB yang dinamai Social Sports School Real Madrid Foundation (SSS RMF) ini diprioritaskan untuk kalangan kurang mampu.
Adiyatwidi Adiwoso Asmadi, salah satu penggagas pendirian SSS RMF, di kantor PSSI, Jakarta, Selasa (21/2/2012) menyebutkan, rencananya sekolah sepakbola tersebut akan diresmikan 3 Maret mendatang.
SSS ini rencananya akan dibuka di tujuh kota, yakni Banda Aceh, Yogyakarta, Sidoarjo, Banjarmasin, Samarinda, Makassar, dan Jayapura. Masing-masing sekolah hanya menampung maksimal 100 siswa. Seluruh siswa tersebut usianya antara tujuh dan 18 tahun.
"SSS RMF ini non-profit dan gratis karena diperuntukkan bagi anak tidak mampu secara finansial di daerah bencana. Tapi, tidak menutup pintu juga bagi anak-anak mampu yang ingin menimba ilmu di sini," jelas Adiyatwidi.
Kata pria yang juga menjabat Duta Besar Indonesia untuk Kerajaan Spanyol ini, untuk setiap SSS RMF butuh 100 siswa dengan usia 7 sampai 18 tahun. “Kriteria calon siswa harus memenuhi salah satunya, yakni berasal dari kawasan kumuh, daerah bencana, atau ekonomi tidak mampu.”
Adiyatwidi menambahkan, persentase siswa yang berasal dari kalangan kurang mampu sebesar 60 persen, sementara 40 persen untuk orang yang mampu. Hal itu dilakukan guna membantu subsidi.
"Untuk memutar satu SSS RMF, setahun butuh dana Rp 600 juta atau Rp 4,2 miliar dalam setahun untuk tujuh SSS RMF," katanya.
Nantinya, selama bergabung di SSS RMF, siswa tidak ditempatkan dalam asrama. Program SSS RMF dijalankan menyesuaikan jam sekolah siswa dengan mendatangkan lima pelatih langsung dari Madrid. [mis/goal.com]
Adiyatwidi Adiwoso Asmadi, salah satu penggagas pendirian SSS RMF, di kantor PSSI, Jakarta, Selasa (21/2/2012) menyebutkan, rencananya sekolah sepakbola tersebut akan diresmikan 3 Maret mendatang.
SSS ini rencananya akan dibuka di tujuh kota, yakni Banda Aceh, Yogyakarta, Sidoarjo, Banjarmasin, Samarinda, Makassar, dan Jayapura. Masing-masing sekolah hanya menampung maksimal 100 siswa. Seluruh siswa tersebut usianya antara tujuh dan 18 tahun.
"SSS RMF ini non-profit dan gratis karena diperuntukkan bagi anak tidak mampu secara finansial di daerah bencana. Tapi, tidak menutup pintu juga bagi anak-anak mampu yang ingin menimba ilmu di sini," jelas Adiyatwidi.
Kata pria yang juga menjabat Duta Besar Indonesia untuk Kerajaan Spanyol ini, untuk setiap SSS RMF butuh 100 siswa dengan usia 7 sampai 18 tahun. “Kriteria calon siswa harus memenuhi salah satunya, yakni berasal dari kawasan kumuh, daerah bencana, atau ekonomi tidak mampu.”
Adiyatwidi menambahkan, persentase siswa yang berasal dari kalangan kurang mampu sebesar 60 persen, sementara 40 persen untuk orang yang mampu. Hal itu dilakukan guna membantu subsidi.
"Untuk memutar satu SSS RMF, setahun butuh dana Rp 600 juta atau Rp 4,2 miliar dalam setahun untuk tujuh SSS RMF," katanya.
Nantinya, selama bergabung di SSS RMF, siswa tidak ditempatkan dalam asrama. Program SSS RMF dijalankan menyesuaikan jam sekolah siswa dengan mendatangkan lima pelatih langsung dari Madrid. [mis/goal.com]

0 komentar:
Posting Komentar