PERTANDINGAN terakhir Divisi Satu Grup I Liga Amatir Indonesia antara Pidie Jaya dan Aceh Utara, Selasa 13 Maret 2012 nanti sore cuma menjadi laga formalitas semata. Sebab peluang lolos kedua tim sudah habis.
Selain gengsi dua kubu, juga bisa laga yang akan dimainkan di Stadion H Dimurthala itu menjadi pelampiasan bagi Khairul Yadi, striker PS Pidie Jaya yang sudah mencetak lima gol dalam empat pertandingan.
Keduanya sama-sama mengantongi poin enam hasil dua kali menang dua kali kalah. Aceh Utara berhak di posisi ketiga karena produktivitas lebih baik ketimbang Laskar Japakeh dari Pidie Jaya.
Pelatih Aceh Utara, Imran Juned menjawab Waspada usai lagi dengan Persidi mengaku kecewa dengan hasil yang diraih timnya. Lagi-lagi wasit yang dianggap menjadi biang yang memicu panasnya permainan.
"Kami jelas kecewa, sebab peluang ke putaran kedua sudah tertutup. Lagi terakhir hanya untuk formalitas saja. Apapun hasilnya tidak berpengaruh lagi," papar mantan Pelatih PSLS Lhokseumawe ini.
Apapun hasil yang diperoleh sudah tidak berpengaruh lagi, kecuali sekadar gengsi ingin mencari posisi terbaik di klasemen akhir. Sementara posisi buncit masih tetap dikuasai PSAB Aceh Besar diurutan lima dan Persas Sabang dibawahnya. Apalagi pada laga terakhir, PSAB dan Persas bermain imbang 0-0.
Gengsi
Sementara pada laga kedua, pukul 20.00 WIIB, dua tim yang sudah memastikan diri lolos juga bentrok di tempat yang sama. Persidi dan Persal saling adu taktik untuk memperebutkan posisi teratas. Laga ini tak menentukan lagi, hanya formalitas semata, tapi yang tinggal cuma gengsi, sebab keduanya harus saling bunuh untuk menjadi penghuni peringkat atas dan yang kalah diposisi runner-up. [ard]
Selain gengsi dua kubu, juga bisa laga yang akan dimainkan di Stadion H Dimurthala itu menjadi pelampiasan bagi Khairul Yadi, striker PS Pidie Jaya yang sudah mencetak lima gol dalam empat pertandingan.
Keduanya sama-sama mengantongi poin enam hasil dua kali menang dua kali kalah. Aceh Utara berhak di posisi ketiga karena produktivitas lebih baik ketimbang Laskar Japakeh dari Pidie Jaya.
Pelatih Aceh Utara, Imran Juned menjawab Waspada usai lagi dengan Persidi mengaku kecewa dengan hasil yang diraih timnya. Lagi-lagi wasit yang dianggap menjadi biang yang memicu panasnya permainan.
"Kami jelas kecewa, sebab peluang ke putaran kedua sudah tertutup. Lagi terakhir hanya untuk formalitas saja. Apapun hasilnya tidak berpengaruh lagi," papar mantan Pelatih PSLS Lhokseumawe ini.
Apapun hasil yang diperoleh sudah tidak berpengaruh lagi, kecuali sekadar gengsi ingin mencari posisi terbaik di klasemen akhir. Sementara posisi buncit masih tetap dikuasai PSAB Aceh Besar diurutan lima dan Persas Sabang dibawahnya. Apalagi pada laga terakhir, PSAB dan Persas bermain imbang 0-0.
Gengsi
Sementara pada laga kedua, pukul 20.00 WIIB, dua tim yang sudah memastikan diri lolos juga bentrok di tempat yang sama. Persidi dan Persal saling adu taktik untuk memperebutkan posisi teratas. Laga ini tak menentukan lagi, hanya formalitas semata, tapi yang tinggal cuma gengsi, sebab keduanya harus saling bunuh untuk menjadi penghuni peringkat atas dan yang kalah diposisi runner-up. [ard]
0 komentar:
Posting Komentar