KETUA Komite Penyelamat Sepak bola Indonesia (KPSI), Toni Aprilani, mengaku menolak utusan dari klub Liga Primer Indonesia (IPL), Persiraja Banda Aceh. Kenapa?
Toni menjelaskan bahwa keputusan ini diambil bukan karena sentimen IPL dan Liga Super Indonesia (ISL), namun untuk membuktikan bahwa KPSI tidak aji mumpung menggalang dukungan dengan melanggar kaidah yang berlaku. Padahal akan sangat menguntungkan bagi KPSI jika mereka memanfaatkan kehadiran Persiraja. Pasalnya, selain anggota PSSI, mereka juga memiliki hak suara.
Sesuai statuta PSSI, perwakilan anggota harus membawa surat mandat yang ditandatangani ketua umum dan sekretaris umum.
"Persiraja dengan terpaksa kita tolak karena tandatangannya tidak lengkap. Surat mandat yang mereka bawa. Hanya ditandatangani oleh sekretaris umum," ujar Toni sebelum acara makan malam bersama di Hotel Mercure, Jakarta, Sabtu (17/3/12).
Untuk membuktikan KPSI tidak diskriminatif, Ketua KPSI menyebutkan sejumlah klub yang berkompetisi di divisi bawah yang berada dalam satu sistem kompetisi dengan IPL.
"Ada Persikad Depok, Persikab Bandung, PSB Bogor, itu yang saya tahu dari Jawa Barat. Kalau dari Jawa Timur ada Persenga Nganjuk dan beberapa lagi,l lanjut mantan ketua Pengprov PSSI Jabar itu.
"Mereka tetap kami terima. Nggak ada masalah meski mereka klub (dari sistem kompetisi yang sama dengan) IPL," tegasnya.
Meski demikian, utusan dari Persiraja Banda Aceh tersebut tetap diterima dalam kongres sebagai peninjau, namun tidak memiliki hak keanggotaan.
Besok, Minggu,KPSI akan menggelar Kongres Luar Biasa (KLB) di lokasi yang sama untuk memilih pengurus baru PSSI. Di saat bersamaan, PSSI juga menggelar Kongres Tahunan.[inilah]
Toni menjelaskan bahwa keputusan ini diambil bukan karena sentimen IPL dan Liga Super Indonesia (ISL), namun untuk membuktikan bahwa KPSI tidak aji mumpung menggalang dukungan dengan melanggar kaidah yang berlaku. Padahal akan sangat menguntungkan bagi KPSI jika mereka memanfaatkan kehadiran Persiraja. Pasalnya, selain anggota PSSI, mereka juga memiliki hak suara.
Sesuai statuta PSSI, perwakilan anggota harus membawa surat mandat yang ditandatangani ketua umum dan sekretaris umum.
"Persiraja dengan terpaksa kita tolak karena tandatangannya tidak lengkap. Surat mandat yang mereka bawa. Hanya ditandatangani oleh sekretaris umum," ujar Toni sebelum acara makan malam bersama di Hotel Mercure, Jakarta, Sabtu (17/3/12).
Untuk membuktikan KPSI tidak diskriminatif, Ketua KPSI menyebutkan sejumlah klub yang berkompetisi di divisi bawah yang berada dalam satu sistem kompetisi dengan IPL.
"Ada Persikad Depok, Persikab Bandung, PSB Bogor, itu yang saya tahu dari Jawa Barat. Kalau dari Jawa Timur ada Persenga Nganjuk dan beberapa lagi,l lanjut mantan ketua Pengprov PSSI Jabar itu.
"Mereka tetap kami terima. Nggak ada masalah meski mereka klub (dari sistem kompetisi yang sama dengan) IPL," tegasnya.
Meski demikian, utusan dari Persiraja Banda Aceh tersebut tetap diterima dalam kongres sebagai peninjau, namun tidak memiliki hak keanggotaan.
Besok, Minggu,KPSI akan menggelar Kongres Luar Biasa (KLB) di lokasi yang sama untuk memilih pengurus baru PSSI. Di saat bersamaan, PSSI juga menggelar Kongres Tahunan.[inilah]

0 komentar:
Posting Komentar